Pages

Jumat, 19 April 2013

KATA BAKU DAN TIDAK BAKU

Kata-kata baku adalah kata-kata yang standar sesuai dengan aturan kebahasaaan yang berlaku, didasarkan atas kajian berbagai ilmu, termasuk ilmu bahasa dan sesuai dengan perkembangan zaman. Kebakuan kata amat ditentukan oleh tinjauan disiplin ilmu bahasa dari berbagai segi yang ujungnya menghasilkan satuan bunyi yang amat berarti sesuai dengan konsep yang disepakati terbentuk.
Kata baku sebenanya merupakan kata yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan. Konteks penggunaannya adalah dalam kalimat resmi, baik lisan maupun tertulis dengan pengungkapan gagasan secara tepat.
Suatu kata bisa diklasifikasikan tidak baku bila kata yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang ditentukan. Biasanya hal ini muncul dalam bahasa percakapan sehari-hari, bahasa tutur. Kita sering menyepelekan tutur kata yang kita ucapkan. Padahal yang kita ucapkan belum tentu sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Sedangkan kata tidak baku merupakan kata yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang ditentukan. Seperti misalnya dalam bahasa percakapan sehari – hari, bahasa tutur.
Fungsi Pembakuan Kata dalam Bahasa Indonesia
Terdapat 4 fungsi dilakukan pembakuan kata dalam bahasa Indonesia, diantaranya:
1.    Fungsi Pemersatu
Fungsi ini mempunyai maksud, bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi harus mampu mempersatukan suku – suku yang jumlahnya mencapai ratusan suku di Indonesia. Selain itu harus mampu menjadi pengungkap kebudayaan nasional yang berasal dari tradisi, adat, suku, dari seluruh wilayah Indonesia.
2.    Fungsi Penanda Kepribadian
Artinya pembakuan bahasa Indonesia harus mengarah pada bahasa Indonesia modern yang mencerminkan ciri manusia Indonesia modern yang beradab.
3.    Fungsi Penambah Kewibawaan
Yang dimaksud ialah pembakuan yang mengarah pada penggunaan bahasa Indonesia di bidang teknologi modern dan kebudayaan baru serta digunakan secara mahir oleh para pemakainya akan meningkatkan kewibawaan bahasa dan pemiliknya.
4.    Fungsi Kerangka Acuan
Yaitu ukuran yang disepakati bersama tentang penggunaan bahasa dalam konteks tertentu.
Ragam Baku yang Terdapat dalam Bahasa Indonesia
Ada 13 ciri ragam baku yang terdapat dalam bahasa Indonesia, diantaranya:
1. Penggunaan prefiks ber- dan me- secara eksplisit dan konsisten untuk kata – kata kerja yang mengharuskan penggunaan prefiks tersebut. (bertolak, membantu)
2.    Penggunaan kata tugas secara eksplisit dan konsisten. (oleh, kepada)
3.    Penggunaan kata tugas sesuai dengan fungsinya.
4.    Penggunaan fungsi – fungsi gramatikal secara eksplisit dan konsisten.
5.    Penggunaan bentuk gramatikal yang tidak redundan.
6.    Penggunaan struktur logika yang benar. (antara – dan)
7.    Penggunaan kata sapaan formal, dan menghindari penggunaan kata sapaan tidak formal. (Anda, Saudara, Bapak)
8.    Penggunaan pola urutan “aspek + pelaku + kata kerja” pada bentuk kata kerja pasif berperilaku. (sudah kami usulkan, dapat kami simpulkan)
9.    Penggunaan bentuk terpadu (sintetik), buka bentuk terberai (analitik). (kasih nasihat = menasihati, bikin pusing = memusingkan)
10. Penggunaan lafal baku dalam pemakaian bahasa lisan, yaitu lafal bahasa Indonesia yang tidak dikenali lagi ciri kedaerahannya. (sistem bukan dibaca ‘e’ pepet, tetapi dibaca ‘i’ /sistim)
11. Menggunakan sistem tulis resmi dalam pemakaian bahasa tulis. (apotek, karier)
12. Terhindar dari pemendekan bentuk kata dan bentuk kalimat. (ndak = tidak, ke mana? = Anda akan pergi ke mana?)
13. Terhindar dari pemakaian unsur gramatikal, leksikal, maupun lafal kedaerahan dan asing. (Mbantul = Bantul, khenerasi = generasi)
Penggunaan ragam baku biasanya pada: surat menyurat antarlembaga, laporan keuangan, karangan ilmiah, lamaran pekerjaan, surat keputusan, perundangan, nota dinas, rapat dinas, pidato resmi, diskusi, penyampaian pendidikan, dan lain – lain.


NO.
KATA BAKU
KATA TIDAK BAKU
1.
Aktif
Aktip
2.
Ambulans
Ambulan
3.
Analisa
Analisis
4.
Andal
Handal
5.
Anggota
Angauta
6.
Antre
Antri
7.
Apotik
Apotek
8.
Asaz
Azas
9.
Atlet
Atlit
10.
Bus
Bis
11.
Berpikir
Berfikir
12.
Cabai
Cabe
13.
Cenderamata
Cinderamata
14.
Daftar
Daptar
15.
Definisi
Difinisi
16.
Depot
Depo
17.
Detail
Detil
18.
Diagnosis
Diagnosa
19.
Diferensial
Differensial
20.
Dipersilakan
Dipersilahkan
21.
Disahkan
Disyahkan
22.
Ekspor
Eksport
23.
Ekstrim
Ekstrem
24.
Ekuivalen
Ekwivalen
25.
Embus
Hembus
26.
Esai
Esei
27.
Formal
Formil
28.
Februari
Pebruari
29.
Fiologi
Phiologi
30.
Fisik
Phisik
31.
Foto
Photo
32.
Familier
Familiar
33.
Frekuensi
Frekwensi
34.
Hafal
Hapal
35.
Hakikat
Hakekat
36.
Hierarki
Hirarki
37.
Hipotesis
Hipotesa
38.
Insaf
Insyaf
39.
Ikhlas
Ihlas
40.
Impor
Import
41.
Istri
Isteri
42.
Ijazah
Ijasah
43.
Izin
Ijin
44.
Himbau
Imbau
45.
Interupsi
Intrupsi
46.
Zaman
Jaman
47.
Jenazah
Jenasah
48.
Justru
Justeru
49.
Karier
Karir
50.
Kaidah
Kaedah
51.
Kategori
Katagori
52.
Khotbah
Khutbah
53.
Konferensi
Konperensi
54.
Kongres
Konggres
55.
Kompleks
Komplek
56.
Kualifikasi
Kwalifikasi
57.
Kualitas
Kwalitas
58.
Kuantitatif
Kwantitatif
59.
Koordinasi
Koordinir
60.
Manajemen
Menejemen
61.
Manajer
Menejer
62.
Masalah
Masalah
63.
Masjid
Mesjid
64.
Merek
Merk
65.
Materai
Meterei
66.
Metode
Metoda
67.
Miliar
Milyar
68.
Misi
Missi
69.
Mulia
Mulya
70.
Pengkreditan
Pengreditan
71.
Museum
Musium
72..
Narasumber
Nara sumber
73.
Nasihat
Nasehat
74.
November
Nopember
75.
Objek
Obyek
76.
Objektif
Obyektif
77.
Paspor
Pasport
78.
Peduli
Perduli
79.
Praktik
Praktek
80.
Provinsi
Propinsi
81.
Putra
Putera
82.
Profesor
Proffesor
83.
Ramadhan
Ramadan
84.
Risiko
Resiko
85.
Saraf
Syaraf
86.
Sekadar
Sekedar
87.
Silakan
Silahkan
88.
Sistem
Sistim
89.
Saksama
Seksama
90.
Standardisasi
Standarisasi
91.
Subjek
Subyek
92.
Subjektif
Subyektif
93.
Teknik
Tehnik
94.
Teknologi
Tehnologi
95.
Terampil
Trampil
96.
Telantar
Terlantar
97.
Ubah
Rubah
98.
Hutang
Utang
99.
Varietas
Varitas
100.
Universitas
University
101.
Omzet
Omset
102.
Nomor
Nomer
103.
Netralisasi
Netralisir
104.
Moral
Moril
105.
Masal
Missal
106.
Linear
Linier
107.
Kuota
Kwota
108.
Kuitansi
Kwitansi
109.
Kalau
Kalo
110.
Jadwal
Jadual
111.
Habis
Abis
112.
Hanya
Cuma
113.
Hapus
Apus
114.
Gubuk
Gubug
115.
Genting
Genteng



0 komentar:

Poskan Komentar