1

LANGKAH-LANGKAH YANG HARUS DIPERHATIKAN PERUSAHAAN DALAM MENERAPKAN ISO 14001

Langkah pertama top manajemen harus memutuskan untuk menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Top Manajemen harus menyiapkan sumber daya yang mumpuni untuk menerapkan keputusan di atas. Persiapan tersebut berupa: 
  1. Kebutuhan sumber daya manusia seperti Management Representative atau Kordinator ISO dan Tim ISO untuk menyiapkan, menerapkan, memelihara dan mengembangkan sistem manajemen mutu di perusahaan.
  2. Kebutuhan Waktu. Setidaknya lakukan pertemuan Tim ISO 2 jam perhari atau bisa digabung menjadi sehari dalam seminggu untuk 3 bulan pertama penerapan guna memastikan semua persyaratan ISO dipenuhi. 
  3. Kebutuhan Biaya untuk Konsultan ISO 9001 dan Sertifikasi ISO 9001 Bentuklah tim yang minimal terdiri dari dua orang dari setiap divisi (dari tingkatan atas atau kepala dan bawah atau staf kemudian tunjuklah salah seorang dari kepala tersebut sebagai Management Representative atau Kordinator ISO. 
Penunjukkan Management Representative memang dipersyaratkan oleh standar ISO 9001:2008. Untuk kelancaran penerapan ISO, pastikan Management Representative adalah karyawan yang paling mengerti proses bisnis perusahaan dan disegani oleh semua pihak. 

Langkah berikutnya buatlah rencana training. Training pengenalan ISO 9001:2008 untuk semua karyawan. Training sistem dokumentasi ISO 9001 untuk tim ISO dan training audit internal untuk tim ISO. Hubungi Multiple Training & Consulting (Konsultan ISO 9001 yang handal) untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. 

Langkah berikutnya bandingkan sistem yang sudah berjalan di perusahaan anda dengan standar sistem manajemen mutu ISO 9001:2008. Analisis apa saja persyaratan ISO yang belum anda terapkan. Rumuskan Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu (target pekerjaan) setiap divisi yang ada di perusahaan anda. Buatlah target yang SMART (Specific, Measurable, Achievable, Time Target) Rumuskan 6 prosedur wajib yang dipersyaratkan ISO 9001:2008 yaitu prosedur pengendalian dokumen, prosedur pengendalian rekaman mutu, prosedur pengendalian produk tidak sesuai, prosedur tindakan perbaikan, prosedur tindakan pencegahan, dan prosedur audit internal rumuskan prosedur kerja untuk setiap divisi. Bagi proses atau kegiatan yang harus dikontrol maka sebaiknya dibuatkan prosedur. Contoh prosedur kerja: Prosedur Penerimaan Karyawan, Prosedur Perencanaan Produksi, Prosedur Penyimpanan Barang, Prosedur Pelaksanaan Survey Kepuasan Pelanggan, dsb. Untuk proses-proses yang dianggap rumit dan membutuhkan penjelasan detail, maka buatlah Instruksi Kerja (bila perlu disertai gambar ilustrasi. Lengkapi prosedur kerja dan instruksi kerja tersebut dengan form isian. Form isian merupakan bukti bahwa prosedur tersebut dijalankan. Contoh form antara lain form serah terima barang, form evaluasi karyawan, form purchase request, form purchase order, dll. 

Langkah berikutnya buatlah pedoman mutu yang berisi panduan penerapan ISO di perusahaan anda Terapkan sistem manajemen mutu yang anda kembangkan setidaknya 3 bulan untuk memastikan semua prosedur yang telah ditetapkan, dimengerti dan dijalankan sepenuhnya oleh semua karyawan. 

Langkah berikutnya laksanakan training audit internal untuk tim ISO Jalankan audit internal pertama yang dilakukan oleh auditor internal yang telah mengikuti training. Auditor internal akan mengaudit seluruh divisi di perusahaan anda dan memeriksa kesesuaian dan ketidaksesuaian perusahaan anda dengan standar ISO atau prosedur dan kebijakan yang ditetapkan. Hubungi badan sertifikasi untuk mengajukan audit sertifikasi. Setidaknya anda harus menghubungi badan sertifikasi 1 bulan sebelum tanggal audit yang anda inginkan. 

Langkah berikutnya laksanakan rapat tinjauan manajemen yang dipimpin langsung oleh Top Manajemen untuk memastikan semua persyaratan ISO telah diimplementasikan. Badan Sertifikasi akan mengaudit anda dalam 2 stage; (1) Initial Audit dan (2) Main Audit. Pastikan Tim ISO anda telah siap. Selamat! Kini, sertifikat ISO 9001:2008 sudah di tangan anda. Jangan lupa untuk menampilkan logo sertifikasi di kartu nama, kop surat, kemasan luar produk untuk meningkatkan brand image anda di mata pelanggan. Catatan: Badan Sertifikasi akan mengeluarkan sertifikat bila perusahaan anda dinilai tidak melakukan kesalahan fatal (majour finding) yang biasanya diakibatkan adanya salah satu klausul yang tidak diterapkan Setelah audit sertifikasi, Badan Sertifikasi akan melakukan surveillance audit yang dilakukan secara rutin enam bulan atau setahun sekali 

Sumber: 
0

TENTANG ISO 14001

Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 : 2004 merupakan sebuah standar internasional yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan untuk membantu organisasi meminimalkan pengaruh negatif kegiatan operasional mereka terhadap lingkungan yang mencakup udara, air, suara, atau tanah.

Sistem Manajemen Lingkungan merupakan bagian integral dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan yang terdiri dari satu set pengaturan-pengaturan secara sistematis yang meliputi struktur organisasi, tanggung jawab, prosedur, proses, serta sumber daya dalam upaya mewujudkan kebijakan lingkungan yang telah digariskan oleh perusahaan. Sistem manajemen lingkungan memberikan mekanisme untuk mencapai dan menunjukkan performasi lingkungan yang baik, melalui upaya pengendalian dampak lingkungan dari kegiatan, produk dan jasa. Sistem tersebut juga dapat digunakan untuk mengantisipasi perkembangan tuntutan dan peningkatan performasi lingkungan dari konsumen, serta untuk memenuhi persyaratan peraturan lingkungan hidup dari pemerintah.

Tujuan secara menyeluruh dari penerapan sistem manajemen lingkungan (SML) ISO 14001 sebagai standar internasional yaitu untuk mendukung perlindungan lingkungan dan pencegahan pencemaran yang seimbang dengan kebutuhan sosial ekonomi. Manajemen lingkungan mencakup suatu rentang isu yang lengkap meliputi hal-hal yang berkaitan dengan strategi dan kompetisi. Penerapan ISO 14001 juga memberikan banyak manfaat bagi perusahaan. Beberapa manfaat yang penting yaitu meningkatkan kinerja lingkungan, mengurangi biaya dan meningkatkan akses pasar. ISO 14001:2004 memiliki banyak manfaat diantaranya:
  1. menurunkan potensi dampak terhadap lingkungan
  2. meningkatkan kinerja lingkungan
  3. memperbaiki tingkat pemenuhan (compliance) peraturan
  4. mengurangi dan mengatasi resiko lingkungan yang mungkin timbul.
  5. dapat menekan biaya produksi
  6. dapat mengurangi kecelakaan kerja
  7. dapat memelihara hubungan baik masyarakat, pemerintah dan pihak-pihak yang peduli terhadap lingkungan.
  8. memberi jaminan kepada konsumen mengenai komitmen pihak manajemen puncak terhadap lingkungan.
  9. dapat mengangkat citra perusahaan,
  10. meningkatkan kepercayaan konsumen dan
  11. memperbesar pangsa pasar.
  12. mempermudah memperoleh izin dan akses kredit bank.
  13. dapat meningkatkan motivasi para pekerja.
  14. mengurangi biaya dan meningkatkan pendapatan
  15. meningkatkan hubungan dengan supplier.
  16. langkah menuju pembangunan yang berkelanjutan
Masalah lingkungan mempunyai implikasi penting yang terus meningkat bagi perusahaan dan organisasi lainnya, tergantung pada bagaimana reaksi pada perusahaan tersebut. Ternyata perhatian terhadap lingkungan dapat memiliki pengaruh positif dan negatif yang cukup luas pada perusahaan dalam mencapai tujuan dan sasarannya. Lingkungan menyodorkan resiko sebanyak peluang yang ada. Perusahaan yang memahami hal ini, secara bertahap mempunyai paling tidak dua alasan utama yaitu untuk menghemat dan memperluas pasar atau mengakses pasar baru. Alasan-alasan lainnya yaitu mengurangi gangguan sosial yang berasal dari keberadaan industri itu sendiri misalnya, mengurasi kebisingan, polusi air, polusi udara, kemacetan, dansocial responsibilty. Yang dimaksud dengan social responsibility yaitu perusahaan sebaiknya mengembalikan profit kepada masyarakat (pajak) dan kontribusi kepada masyarakat melalui acara-acara budaya, ilmu pengetahun, seni dan atletik.

*disarikan dari paper berjudul KAJIAN MANFAAT PENERAPAN ISO 14001 PADA 12 PERUSAHAAN oleh Muti Sophira Hilman dan Ellia Kristiningrum


Sumber:
http://konsultaniso.web.id/sistem-manajemen-lingkungan-iso-140012004/sistem-manajemen-lingkungan-iso-140012004/


0

DEFINISI LINGKUNGAN BESERTA STUDI KASUSNYA TERHADAP PERUNDANG-UNDANGAN

DEFINISI PENGETAHUAN LINGKUNGAN

Pengertian lingkungan menurut para ahli yaitu :
  1. Menurut Darsono (1992) lingkungan merupakan semua benda atau kondisi dimana manusia dan aktivitas nya termasuk didalamnya, yang terdapat didalam ruang dimana manusia tersebut mempengaruhi kelangsungan hidupnya. 
  2. Menurut Miller (1986), Lingkungan adalah kumpulan atau sejumlah kondisi eksternal yang mempengaruhi kehidupan individu organism atau populasi. 
  3. Menurut Lincoln (1985), Lingkungan adalah kondisi fisik, kemis, dan biologis di sekitar organism pada waktu tertentu. 
  4. Menurut Prof. Dr. Ir. Otto Sumarwoto adalah jumlah semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita. 
  5. Menurut Sri Haryati adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan mahluk hidup termasuk didalam nyaman usia dan juga perilakunya yang melangsungkan perkehidupan serta kesejahteraan manusia serta mahluklainnya. 
Lingkungan adalah totalitas faktor: edafik, klimatik, danbiotik, sertakondisi lain yang secara langsung membentuk habitat organisme (Lincoln, 1985) 
  1. Faktor Edafik, Faktor edafik adalah sifat fisik, kemis, dan biologis, tanah atau substratum yang mempengaruhi asosiasi biota. Sifat fisik dan kemis yang cukup penting adalah: tekstur, kesuburan, nutrien, mineral, pH, tempatakar, air, aerasi, dan temperatur. Faktor edafik juga diartikan sebagai suatu konsep yang menganggap bahwa tanah sebagai tempat hidup bagi tumbuhan atau organisme di dalamnya.
  2. Faktor Klimatik, Faktor klimatik adalah sejumlah aspek kondisi cuaca yang mempengaruhi biota suatu area. Faktor klimatik meliputi: cahaya matahari (kualitas, intensitas, dandurasi), temperature udara, kelembaban udara, angin, curah hujan, dan interaksi antara faktor tersebut.

STUDI KASUS 1

PT Nestlé Indonesia-Panjang Factory merupakan pabrik yang memproduksi kopi instan dan mixes dengan merek Nescafe. Bahan baku yang digunakan adalah biji kopi yang berasal dari daerah Lampung dan wilayah lainnya. Nestlé memiliki berbagai peralatan modern guna menghasilkan produk yang berkualitas tinggi secara efisien. Dengan NQS, Nestlé selalu memperhatikan dan mengusahakan tercapainya konsistensi mutu dan kepuasan pelanggan yang selalu diperbaiki secara berkelanjutan melalui praktek cara produksi yang baik dan benar, peningkatan skill dan kompetensi sumber daya manusia, proses produksi yang ramah lingkungan dan selalu memprioritaskan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pentaatan pada persyaratan peraturan perundangan-undangan dan persyaratan lainnya yang berlaku.

Perubahan sistem manajemen dari internal Nestlé menjadi IMS disebabkan oleh faktor dari luar dan dari dalam Nestlé sendiri. Faktor dari luar adalah adanya tuntutan konsumen agar sistem manajemen internal Nestlé diubah menjadi sistem manajemen yang berlaku secara internasional, baik terhadap mutu, keselamatan dan kesehatan kerja, serta lingkungan. Faktor utama dari dalam diantaranya adalah adanya beragam sistem yang berjalan bersamaan, berbeda area implementasi dan tanggung jawab, serta konflik implementasi, pengendalian, dan pemeliharaan. Dengan demikian IMS diharapkan dapat menjadi pendekatan yang sinergis, menghemat waktu, usaha, dan biaya, mencegah konflik, pengulangan, dan duplikasi, serta memudahkan pemeliharaan dokumen, sehingga akan terbentuk sistem yang terstruktur dan terkendali.

PT. NI - PF menganggap bahwa ISO merupakan standar manajemen yang dinilai paling fair dalam perdagangan dunia. Oleh sebab itu, PT. NI – PF perlu menginkorporasikan ISO 9001:2000 di dalam Integrated Management System Nestlé sebagai standar sistem manajemen mutu dan ISO 14001:2004

sebagai standar sistem manajemen lingkungan. Selain itu, PT. NI – PF juga menerapkan standar sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja OHSAS (Occupational Health and Safety Assessment Series) 18001:1999 yang diterbitkan oleh British Standards Institution (BSI). OHSAS 18001 dikembangkan serta disesuaikan dengan ISO 9001 dan ISO 14001 untuk memfasilitasi organisasi dalam mengintegrasikan sistem manajemen mutu, lingkungan, dan K3 (BSI, 1999).

PT. NI-PF sangat berkomitmen untuk menjalankan sistem manajemennya sesuai dengan persyaratan ISO 9001:2000, sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja OHSAS 18001:1999, dan sistem manajemen lingkungan ISO 14001:2004. Selanjutnya sebagai dasar dari IMS perusahaan maka manajemen menentukan kebijakan PT. NI-PF. Kebijakan yang telah diterapkan oleh PT. NI-PF. yaitu peduli akan keselamatan umat manusia dengan memperhatikan kebijakan mutu, K3 dan lingkungan, visi dan moto yang ingin diwujudkan perusahaan.

Adanya tuntutan perdagangan global dan industri global perusahaan saling bersaing agar produk mampu berdaya saing tinggi, antisipasi terhadap masyarakat yang dinamis dan kreatif, serta dengan memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja karyawannya, PT. NI-PF umumnya Nestlé di dunia untuk menerapkan Integrated Management System (IMS). 

Sejak berdirinya PT. NI-PF, perusahaan ini telah menerapkan sistem manajemen internal yang terdiri dari sistem manajemen mutu yang disebut Nestlé Quality System (NQS), sistem manajemen lingkungan yang disebut sebagai Nestlé Environmental Management System (NEMS), dan sistem manajemen K3 yang disebut Operational Safety, Health, and Risk Management System (OSHRMS). Ketiga sistem manajemen ini sesuai dengan ISO 9001, ISO 14001, dan OHSAS 18001 yang ketiganya dikenal sebagai IMS. Sistem –sistem tersebut diyakini perusahaan dapat membantu mereka dalam menjaga kondisi perusahaan sehingga dekat dengan idealnya yaitu bekerja lebih efisien, mengurangi waktu mesin tidak beroperasi, serta meningkatkan catatan keselamatan kerja.

Komitmen PT. NI-PF terhadap lingkungan juga sangat baik dengan mengelola dan memperhatikan lingkungan hidup sebagai suatu kewajiban. Sistem manajemen lingkungan tidak hanya akan membawa perubahan terhadap lingkungan alam sekitarnya tetapi juga terhadap perusahaan tersebut sebagai suatu motivasi dan juga bagi perusahaan lainnya untuk melakukan hal yang serupa dengan menerapkan ISO 14001 atau bahkan lebih baik lagi. Jadi, ISO-14001 memberikan manfaat kepada organisasi perusahaan juga. Berikut ini merupakan keuntungan dari penerapan ISO 14001:

Memiliki image perusahaan yang baik dimata pemerintah, pelanggan, karyawan dan masyarakat umunya. Meningkatkan persepsi dan pengertian masalah lingkungan di dalam organisasi. Sebuah kerangka untuk melakukan peningkatan terus menerus dalam pengelolaan lingkungan dan meningkatkan kemampuan dalam pemenuhan persyaratan perundang-undangan. Mengukur untuk menghasilkan lebih sedikit pemborosan akan biaya produk, material handling dan pemborosan biaya penjualan yang mana bisa dimasukkan kembali kedalam bisnis perusahaan . 


STUDI KASUS 2


SUMBAWA, NUSA TENGGARA BARAT. PT. Newmont Minahasa Raya merupakan perusahaan pertambangan yang berkerja sama dengan Pemerintah Republik Indonesia dalam rangka Penanaman Modal Asing. Markas Induk PT. NMR, selanjutnya dikenal dengan Newmont Gold Company (NGC) berada di Denver, Colorado, Amerika Serikat. NGC menempati posisi lima produsen emas dunia. Selain PT. NMR, di Indonesia perusahaan ini juga berkegiatan di Sumbawa, Nusa Tengara Barat dengan nama PT. Newmont Nusa Tenggara. Proyek Newmont antara lain tersebar di Kazakhtan, Kyryzstan, Uzbekistan, Peru, Brasilia, Myanmar dan Nevada.

PT. NMR sudah bekerja sama dengan pemerintah indonesi sejak 1986 melalui surat persetujuan Presiden RI. PT NMR menghasilkan jenis bahan galian yang diizinkan yaitu emas dan mineral lain kecuali migas, batubara, uranium, dan nikel. Kegiatan tersebut jika dilakukan terus menerus dengan jangka waktu berkala yang berlanjutan akan membuat terjadinya pencemaran dan dampak yang tidak baik. Pencemaran dan dampak dari kegiatan penambangan PT NMR mulai terjadinya dengan adanya pembuangan limbah sebanyak ribuan ton per harinya yang dibuang ke perairan teluk buyat. Buangan limbah tersebut membuat banyak ikan di perairan yang mati dengan misterius. Dugaan besar, ikan-ikan tersebut mati karena limbahndari PT NMR. Dampaknya lagi perairan yang sudah tercemar tidak dapat digunakan oleh warga sebagai air konsumsi sehinngga membuat turunnya mutu lingkungan disekitar sana

Kasus pencemaran tersebut bila dilihat dari aspeknya maka perlu dilakukan penanggulangan dengan cara penyelidikan melalui sampel air limbahn yang dihasilkan oleh PT NMR dan sampel perairan yang telah tercemar. Hasil tersebut dapat membuktikan kesalahan dari PT NMR. Jika dinyatakan bersalah maka bisa saja PT NMR akan diberhentikan dan akan dilakukan pemutusan kerjasama dengan pemerintah indonesia. Untuk memperbaiki mutu lingkungan pemeritah harus tegas dalam tindakan yang merugikan lingkungan dengan melakukan pencabutan izin operasi dan pakasaan untuk memperbaiki pencemaran lingkungan yang telah di sebabkannya.
0

BIODATA DIRI

Perkenalkan, nama saya Resa putra purnama. Saya lahir di bekasi 06 desember 1994. Saat ini saya berusia 20 tahun. Saya 2 bersaudara, dan saudara kandung saya bernama yoga putra purnama. Saya tinggal di daerah kabupaten bekasi tepatnya di tambun selatan yang beralamat di perumahan taman tridaya indah. Email saya resaputrapurnama@gmail.com.

Pendidikan yang telah saya tempuh mulai dari taman kanak-kanak di tempat TK islam Assalam. Selanjutnya saya kembali menempuh pendidikan sekolah dasar di tempat SD Jaya Suti Abadi pada periode 2000-2006. Setelah saya menyelesaikan pendidikan di sekolah dasar, saya kembali melanjutkan pendidikan saya di sekolah menengah pertama SMPN 1 Tambun Selatan pada periode 2006-2009. Setelah saya menyelesaikan pendidikan saya di SMP 1 Tambun Selatan, saya kembali melanjutkan pendidikan saya di SMAN 3 Tambun Selatan pada periode 2009-2012. Cerita-cerita menarik terjadi saat saya SMA, disanalah mulai terbentuknya karakter dan mulai harus merancang apa yang harus dilakukan kedepannya saat nanti akan menjadi mahasiswa. Selanjutnya saya menempuh pendidikan sebagai mahasiswa di Universitas Gunadarma pada periode 2012 sampai sekarang sedang berjalan. Saya sangat menikmati jurusan yang telah saya pilih, karena apa yang telah dipilih dan dijalankan dengan sebaik mungkin akan memberikan hasil yang memuaskan kedepannya.

Beberapa kegiatan yang telah saya ikuti bedasarkan pendidikan yang telah saya tempuh diantaranya yaitu 
  1. Penyeleksian Olimpiade untuk daerah kabupaten
  2. Workshop ISO 14001 
  3. Workshop Climatic Chambers
  4. Kursus CATIA
Hobby saya adalah olahraga, tetapi perlu diketahui bahwa dahulunya saya tidak dapat menguasai 1 jenis pun olahraga. Saya sangat tertarik terhadap olahraga setelah saya melihat beberapa cuplikan film di media televisi dan tempat saya yang membuat saya terinspirasi dan tertarik tentang beberapa jenis olahraga. Olahraga yang dapat saya kuasai diantaranya yaitu sepak bola, futsal, bulu tangkis, volley, dan renang. Dari beberapa olahraga tersebut, saya sangat menyukai olahraga futsal dan juga renang. Renang memberikan dampak yang positif terhadap tubuh saya, diantaranya memberikan pelatihan untuk mengontrol pernafasan, membuat tubuh lebih tinggi dan ideal. Futsal buat saya merupakan olahraga yang saya sukai supaya dapat membentuk otot-otot kaki agar lebih baik.

Potensi yang saya miliki ada yang bersifat kelebihan diri dan juga kekurangan terhadap diri saya. Kekurangan diri saya yaitu terlalu cepat dalam mengambil keputusan, karena kurang mempertimbangkan beberapa faktor dan juga pendapat yang mungkin saja bisa memberikan masukan yang baik terhadap saya dalam mengambil keputusan. Kekurangan diri saya selanjutnya yaitu ceroboh dan gegabah, karena saya sering kali melupakan hal-hal yang kecil sehingga bisa berdampak besar kedepannya. Tidak hanya kekurangan diri, tetapi saya juga mempunyai potensi kelebihan diri yang baik. Saya dapat bekerja sama dengan baik bersama orang-orang yang mau bekerja sama dengan baik membentuk suatu tujuan. Sangat simpatik terhadap hal kecil yang memberi dampak besar terhadap kebaikan yang dilakukan. Berusaha hidup sehat untuk menjaga tubuh tetap prima.

Kejadian yang membuat orang tua bangga, orang tua tentunya menginginkan hal yang baik untuk anaknya. Orang tua juga pasti menginginkan anaknya menjadi priadi yang baik di lingkungan masyarakat. Melalui pendidikan formal dan nonformal orang tua akan senang melihat anaknya sukses didepannya. Orang tua telah bekerja keras untuk membiayayi anaknya dalam pendidikan. Saya sudah dilatih oleh kedua orang tua saya untuk hidup mandiri sejak saya menyelesaikan sekolah menengah pertama. Setelah saya selesai dari sekolah menengah pertama saya diharuskan mencari sekolah menengah atas dengan sendirinya tanpa perlu campur tangan dari orang tua kembali. Orang tua saya hanya ikut serta saat ada kebutuhan untuk pemanggilan orang tua ke sekolah saja. Saya sangat senang ketika saya berhasil masuk kesekolah negri, karena biaya yang dikeluarkan untuk oprasionalnya tidak sebesar disekolah swasta. Sehingga orang tua saya tidak mengeluarkan biaya yang besar. Saya selalu berusaha untuk terus membuat orang tua saya bangga walau mungkin hanya sedikit yang saya berikan untuk orang tua. Saya belum bisa memberikan kebanggaan yang banyak untuk orang tua saya, tetapi saya selalu menyanyangi kedua orang tua saya sampai kapan pun. Terima kasih saya ucapkan kepada kedua orang tua saya yang selalu menyanyangi saya sampai kapan pun.
0

BAB 3 METODOLOGI PENULISAN PENCEMARAN LIMBAH KOPI

BAB III
METODOLOGI PENULISAN



3.1     Data dan Sampel

Data adalah bagian dari suatu pengamatan yang akan diuji nilainya untuk menjawab permasalahan yang akan dibahas. Data bisa saja tidak terbatas, untuk itu dalam pengambilan data biasanya dilakukan dengan melakukan sampel. Sampel merupakan bagian dari populasi yang dapat dijadikan perwakilan dari populasinya untuk mempermudah dalam pengolahan data. Populasi pada pengamatan disini dapat berupa beragam strategi dari setiap perusahaan yang mungkin digunakan, sampel yang dapat diamati yaitu tentang dampak dari pertumbuhan industri kopi yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Sampel tersebut bisa didapatkan melalui hasil dari limbah yang telah dikeluarkan oleh perusahaan industri dalam kegiatan produksinya

Data-data yang digunakan adalah data dari perusahaan dengan melihat cara pengelolahaan perusahaan dalam mengatasi limbah dari hasil produksi kopi yang telah dilakukan. Data tersebut dapat menjelaskan dan dapat memperlihatkan dampak yang akan terjadi pada lingkungan. Pencemaran lingkungan dapat diatasi dengan menekan perusahaan agar tidak menggunakan bahan bakar, energy dan sumber daya yang berlebihan sehingga tidak membuat limbah yang begitu buruk. Cara mengatasinya melalui pendekatan secara ekofisiensi pada industri pengelolaan kopi. Pada hasilnya memang akan terlihat jika bahan bakar, energy dan sumber daya ditekan seminim mungkin makan hasil produksi dari perusahaan akan kecil dan hal tersebut dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan tetapi sisi baiknya hal tersebut dapat menekan hasil limbah yang dikeluarkan perusahaan ke lingkungan sekitar.

CV. Purnama akan berusaha untuk dapat membuat perusahaan tidak merugi tetapi juga harus dapat bersahabat dengan lingkungan sehingga tidak merugikan bagi masyarakat juga, dengan begitu CV. Purnama mendapatkan keberhasilan untuk dapat menakan limbah yang dikeluarkan perusahaan tetapi disisi lain mereka juga mendapatkan hasil produksi yang baik dan tidak mengalami kerugian.

3.2     Flowchart Penulisan

Flowchart penulisan adalah bagian yang akan membahas mengenai suatu proses atau tahapan dan berguna untuk menggambarkan alur dari awal sampai berakhirnya suatu proses sehingga dapat mempermudah pembacaan. Berikut ini merupakan flowchart penulisan permasalahan yang diteliti. 


Tahap awal dari alur flowchart adalah dengan mengetahui dasar dari latar belakang masalah dalam menghadapi kasus yang ingin diteliti. Latar belakang dari kasus yang diteliti yaitu masalah menganai pengambilan keputusan dari suatu situasi dan kondisi yang dihadapkan pada suatu persaingan antara kedua belah pihak. Dari permasalahan tersebut maka langkah berikutnya yaitu dengan mengidentifikasi permasalahan yang terjadi. Secara garis besar perumusan masalah dalam kondisi tersebut adalah bagaimana perusahaan dapat memilih suatu keputusan terbaik dengan mencapai hasil optimal yang diharapkan.

Tahap berikutnya yaitu menentukan bahan masalah yang dapat berguna untuk mengetahui bagian-bagian yang digunakan untuk menghadapi suatu permasalahan yang terjadi diantara kedua perusahaan tersebut. Bahan masalah yang terdapat pada kondisi persaingan tersebut adalah dengan menentukan strategi-strategi tertentu yang akan digunakan oleh perusahaan untuk mencapai kondisi yang optimal. Strategi tersebut dapat berupa penekanan bahan bakar, energy dan sumber daya agar tidak memberikan hasil limbah yang besar lewat pengelolaan dari 3 bahan tersebut.

Tahap selanjutnya adalah dengan mengetahui tujuan permasalahan yang dihadapi yaitu untuk menganalisa proses pengambilan keputusan menemukan nilai saddle point untuk mencapai keadaan yang optimal. 

Tahap selanjutnya yaitu dengan mengetahui kasus permasalahan yang terjadi dan bertujuan untuk menerapkan dari data yang telah diambil. Pada tahapan kasus permasalahan juga dilakukan proses pengambilan keputusan dengan melakukan pengambilan data, yaitu apakah data telah sesuai apa belum. Apabila data belum sesuai maka proses akan kembali pada tahap pengumpulan data kembali sampai data sesuai, apabila data telah sesuai maka langkah selanjutnya yaitu dengan menentukan metode yang digunakan. 

Tahap penentuan metode ini ditentukan berdasarkan sudah ada atau tidaknya nilai saddle point. Apabila terdapat nilai saddle point maka kita dapat menggunakan strategi murni apabila belum terlihat adanya nilai saddle point maka proses akan berlanjut dengan menggunakan strategi campuran dengan menggunakan perhitungan kembali hingga ditemukan nilai saddle point yang telah diperoleh. Ketika nilai saddle point telah ditemukan maka tahap berikutnya yaitu adalah tahap analisis.

Tahap analisis adalah tahap yang digunakan untuk menjabarkan setiap nilai yang telah dihasilkan dari perhitungan yang dilakukan guna mendapatkan alasan-alasan yang logis untuk mengambil suatu keputusan. Berdasarkan hasil identifikasi masalah yang sebelumnya telah dibahas, ternyata dapat diketahui bahwa perusahaan meneliti dampak dari pencemaran lingkungan akibat dari limbah kopi. Keputusan tersebut dapat didapatkan ketika selesai melalui tahap pengenalisaan dari metode yang digunakan, perhitungan perhitungan sehingga setelah ditemukan nilai saddle point dapat ditarik kesimpulan. Nilai saddle point tersebut dimaksudkan juga supaya mendapatkan keputusan terbaik dari serangkaian keputusan yang mungkin ada.

Tahap terakhir dari alur flowchart yaitu dengan membuat kesimpulan. Kesimpulan adalah bagian yang berguna dalam mengetahui hasil secara garis besar dari suatu permasalahan yang telah dibahas. Kesimpulan juga dapat berguna untuk menjawab tujuan yang ingin dijawab. 
0

IDENTIFIKASI MASALAH

Masalah yang terdapat pada tugas sebelumnya yaitu membuat suatu pendekatan produksi dengan cara meminimalkan penggunaan bahan bakar energy, sumber daya dan inoavasi teknologi agar dapat meingkatkan tingkat efisiensi produksi sehingga dampaknya akan terasa pada lingkungan dan juga pastinya akan mengurangi pencemaran lingkungan. Kegiatan tersebut dilakukan agar dapat meningkatkan potensi dari proses produksi sehingga ada kemngkinan penggunaan bahan bakar yang tepat sasaaran. Pengambilan data dilakukan secaa acak (random) atau probabilitas. Acak atau random memiliki arti bahwa setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilh sebagai sampel model. Terdapat beberapa pengambilan data selama kegiatan dalam permasalahan ini dipecahkan yaitu pengambilan acak sederhana, pengambilan acak secara sistematis, pengambilan acak secara lapisan dan pengambilan acak secara area. Untuk pengambilan data pada kasus ini menggunakan ppengambilan data secara sistematis, karena mengurangi kesalahan dalam proses produksi sehingga data yang diolah akan tepat sasaran.

Bedasarkan permasalahan tersebut terdapat manfaat yang diambil dari permasalahan tersebut, diantaranya dengan tidak melakukan tindakan eksploitasi, ekstraksi dan juga transformasi terhadap sumber daya yang berlebihan padad pendekatan proses produksi sebagai metode yang baik dalam mengurangi pencemaran. Pengaplikasiaan dari sistem pakar yang telah dibuat akan dapat digunakan sebagai sumber atau penyedia nasihan dan sarana pembantu dalam mengetahui penyebab yang terjadi dalam proses produksi sehingga pengaplikasian ini dapat memberikan kemungkinan solusi yang baik.
0

BAB 1 METODE PENELITIAN PENCEMARAN LIMBAH KOPI

1.1    Latar Belakang
Pertumbuhan industri setiap tahunnya selalu berkembang pesat. Pertumbuhan industry sekarang ini dari skala kecil hingga menengah berkembang mewarnai perekonomian di indonesia. Mulai dari industri makanan, kerajinan, mebel, hingga konveksi ataupun tekstil, dimana keberadaannya menjadi salah satu solusi dalam mengatasi angka pengangguran sekaligus menggerakkan roda perekonomian indonesia.

Perkembangan sektor industri akan berdampak pada pemakaian sumberdaya alam yang ada disekitar lingkungan . Sumber daya alam terbut pastinya akan terus dieksploitasi, diekstraksi, ditranformasi menjadi suatu produk yang berguna. Sumberdaya alam juga ada yang dimanfaatkan sebagai sumber energi, menjadi limbah dan dimanfaatkan oleh konsumen. Kegiatan industri dilakukan agar dapat meningkatkan potensi dan nilai jual dari sumberdaya, akan tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif yaitu adanya polusi terhadap alam akibat proses produksi dan produk yang dihasilkan serta kemungkinan terjadinya degradasi terhadap sumberdaya yang digunakan.

Sebagian besar masyarakat menganggap bahwa industri kecil adalah industri yang tidak berpotensi menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Limbah dari industri skala kecil terkadang diabaikan karena besaran usahanya yang dianggap tidak terlalu signifikan, dan tidak terlalu berbahaya sehingga tidak perlu diatur secara seksama, tetapi pada kenyataannya industri skala kecil juga bisa berdampak negatif ketika industri kecil tersebut tidak memperhatikan limbah yang dikeluarkan dari hasil proses produksi dan masing-masing usaha atau lokasinya sehingga mereka mulai melakukan upaya pengelolaan lingkungan.

Berbagai cara telah dilakukan untuk melakukan pengelolaan lingkungan yang telah berkembang. Salah satu cara untuk mengurangi hasil pencermaran industry adalah dengan tidak kan menghasilkan limbah yang dapat mencemari lingkungan. Pendekatan tersebut dilakukan dengan pendekatan produksi dengan meminimalkan penggunaan bahan bak, energy, sumber daya dan inovasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi yang dapat berdampai baik bagi pengurangan pecemaran lingkungan.

Pengaplikasiannya dapat diterapkan pada perusahaan industry skala kecil yang bernama CV. Purnama Arabica yang memproduksi kopi. Pemakaian bahan baku pada CV. Purnama Arabica diharapkan dapat ditekan seminimnya untuk dapat mengurangi pencemaran hasil produksi, maka dari itu dilakukanlah penelitian tentang kajian penenagan dampak lingkungan yang akan terjadi melalui pendekatan ekofisiensi pada industry pengelolaan kopi.


1.2    Perumusan Permasalahan
Perumusan permasalahan dibuat untuk mengetahui permasalahan-permaslahan yang ada pada penelitian yang dilakukan. Permasalahan yang ada pada penelitian terkait kopi adalah bagaimana cara produksi yang dilakukan pada CV. Purnama Arabica, bagaimana kondisi emisi limbah dari mesin produksi yang dihasilkan dari hasil produksi kopi yang dilakukan oleh CV. Purnama Arabica, bagaimana dampak timbal balik yang terjadi dilingkungan dengan melakukan ekoefisiensi pada tahapan proses produksi.


1.3    Batasan Masalah
Pembatasan masalah dibuat untuk membatasi hal-hal yang perlu dibatasi dalam proses penelitian supaya tidak menyimpang dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Pembatasan masalah yang terdapat pada laporan penelitian dampak limbah kopi terhadap lingkungan adalah sebagai berikut.
  1. Perusahaan yang diamati dalam pembuatan laporan penelitian adalah CV. Purnama Arabica.
  2. Perusahaan yang diamati hanya bergerak dibidang produksi kopi.
  3. Penelitian yang dilakukan hanya pada sector emisi buang dari limbah hasil produksi yang dilakukan CV. Purnama Arabica.

1.4    Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan menjadi salah satu landasan tersusunnya penulisan laopran penelitian dan penyelesaian masalah-masalah yang dibahas, sehingga dapat memberikan solusi terhadap permasalahan pada laporan penulisan dampak industry kopi pada pencemaran lingkungan. Berikut tujuan dalam laporan penulisan dampak industry kopi pada pencemaran lingkungan.
  1. Mengidentifikasi tahapan proses produksi yang efisien pad CV. Purnama Arabica yang berpotensi menibulkan pencemaran lingkungan.
  2. Mengidentifikasi kondisi emisi bunag dari limbah yang berasal dari mesin produksi kkopi pada CV. Purnama Arabica.
  3. Menganalisis hubungan timbale balik yang terjadi terhadap lingkungan dengan melakukan ekofisisensi pada proses produksi.

1.5    Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian merupakan salah satu hal terpenting yang ingin diberikan dari pembuatan laporan penelitian dampak limbah kopi terhadap pencemaran lingkungan. Manfaat-manfaat yang dapat diberikan adalah;
  1. Dapat memberikan masukan yang penting bagi pengembangan ilmu dengan adanya penemuan-penemuan solusi baru terkait penyelesaian permasalahan atas dampak limbah kopi terhadap pencemaran lingkungan.
  2. Dapat memberikan masukan dalam peningkatan efisiensi di industry kopi dalam meningkatkan daya saing tetapi dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan.

1.6     Kerangka Penelitian
Kerangka penelitian merupakan suatu kerangka yang menjadi alur proses terjadinya masalah sampai solusi yang diberikan. Kerangka penelitian dibuat untuk mengetahui jalannya permasalahan dari mulai sampai titik permasalahantersebut ditemukan dan bertemu dengan solusinya. Berikut adalah kerangkan penelitian dalam laporan penenlitian dampak limbah kopi terhadap pencemaran lingkungan.

 
Copyright © RPPB61294